Liam: I bought a ridiculous dinosaur costume online last night. I have no idea why.
Liam: Semalam saya membeli kostum dinosaurus yang konyol sekali di internet. Saya benar-benar tidak tahu kenapa saya membelinya.
Charlotte: Let me guess. Were you scrolling on social media right before you bought it?
Charlotte: Coba saya tebak. Anda pasti sedang asyik scrolling media sosial tepat sebelum membelinya, kan?
Liam: Yes, actually! How on earth did you know that?
Liam: Lho, kok benar! Bagaimana Anda bisa tahu?
Charlotte: A new study by researchers Stan Li and Bixuan Sun explains it perfectly.
Charlotte: Penelitian terbaru dari tim Stan Li dan Bixuan Sun menjelaskan alasannya dengan sangat tepat.
Liam: Great, so science is exposing my weird late-night shopping habits.
Liam: Wah, ternyata sains bisa membongkar kebiasaan aneh saya berbelanja di tengah malam.
Charlotte: They proved that scrolling on Instagram for just thirty seconds makes your brain tired.
Charlotte: Mereka membuktikan bahwa hanya dengan melihat Instagram selama 30 detik, otak kita bisa menjadi lelah.
Liam: Wait, thirty seconds? That is absolutely crazy.
Liam: Tunggu, cuma 30 detik? Sulit dipercaya.
Charlotte: It is. This cognitive load makes people prefer simple, direct ads.
Charlotte: Iya, benar. Beban kognitif ini membuat orang lebih menyukai iklan yang sederhana dan tidak bertele-tele.
Liam: So my brain gets lazy, and I just want easy choices?
Liam: Jadi maksud Anda, otak saya jadi malas dan hanya ingin pilihan yang gampang saja?
Charlotte: Exactly. They tested this by showing people ads for eco-friendly products.
Charlotte: Tepat sekali. Tim tersebut mengujinya dengan menunjukkan iklan produk ramah lingkungan kepada peserta.
Liam: Normally, I prefer to think for myself and research green brands.
Liam: Biasanya saya suka berpikir kritis dan memeriksa detail sebuah brand ramah lingkungan sebelum membeli.
Charlotte: Relaxed people do. But after scrolling, they preferred bold messages like "our brand is the best."
Charlotte: Itu kalau pikiran sedang segar. Tapi setelah scrolling, mereka ternyata lebih suka pernyataan tegas seperti 'brand kami yang paling oke'.
Liam: That is wild. Why do we fall for that pushy language?
Liam: Aneh juga ya. Kenapa kita bisa termakan omongan yang terkesan memaksa seperti itu?
Charlotte: A tired brain looks for an easy answer. The bold claim makes it look trustworthy.
Charlotte: Otak yang lelah cenderung mencari jawaban yang mudah. Klaim yang percaya diri membuat brand terlihat lebih kredibel.
Liam: So we don't have to work hard to check the facts.
Liam: Karena dengan begitu kita tidak perlu capek-capek mengecek kebenaran faktanya.
Charlotte: Yes. When you are tired, you easily let your guard down.
Charlotte: Benar. Saat lelah, tanpa sadar kita akan menurunkan kewaspadaan kita.
Liam: That explains why I bought a dinosaur suit. I was completely defenseless.
Liam: Sekarang saya paham kenapa saya beli baju dinosaurus itu. Saya benar-benar sedang tidak waspada saat itu.
Charlotte: Exactly. So the researchers warn us not to buy things online when we are tired.
Charlotte: Itulah intinya. Makanya para peneliti memperingatkan agar jangan belanja online saat sedang lelah.
Liam: I need to lock my phone at night. Is there a specific danger zone?
Liam: Saya harus menjauhkan ponsel saya di malam hari. Apa ada waktu tertentu yang sangat berbahaya?
Charlotte: Yes. They say you should never make shopping decisions on a Friday at 4 p.m.
Charlotte: Ada. Mereka bilang jangan pernah membuat keputusan belanja pada hari Jumat jam 4 sore.
Liam: Oof, that is my absolute weakest hour. No more weekend shopping for me!
Liam: Aduh, itu kan waktu saat saya merasa paling tidak bertenaga. Mulai sekarang, tidak ada lagi belanja di akhir pekan!