Liam: Did you see that dating apps are officially like slot machines?
Liam: Kamu sudah dengar kabar bahwa aplikasi kencan resmi dianggap mirip mesin slot?
Olivia: Yes!
Olivia: Iya, sudah!
Olivia: A dating coach named Lily Womble says they keep us stuck in a romantic slump.
Olivia: Seorang pelatih kencan bernama Lily Womble bilang kalau aplikasi-aplikasi itu membuat kita terjebak dalam kelesuan asmara.
Liam: That explains why my single friends are totally exhausted.
Liam: Pantas saja teman-temanku yang masih lajang pada kelelahan semua.
Olivia: Exactly.
Olivia: Tepat sekali.
Olivia: So she made a three-step guide to help people meet in real life again.
Olivia: Makanya dia membuat panduan tiga langkah untuk membantu orang-orang bertemu lagi di dunia nyata.
Liam: Okay, step one. Please tell me it isn't awkward speed dating.
Liam: Oke, langkah pertama apa? Tolong jangan bilang kalau itu kencan kilat yang canggung.
Olivia: Nope! It is called joy-building.
Olivia: Bukan, kok! Namanya 'membangun kegembiraan'.
Olivia: You join group activities just to make friends and expand your circle.
Olivia: Kamu ikut kegiatan kelompok murni untuk mencari teman dan memperluas pergaulan.
Liam: Wait, just friends? Not finding a partner right away?
Liam: Tunggu, cuma berteman? Bukannya langsung mencari pasangan?
Olivia: Right. She actually met her own husband through an improv class!
Olivia: Benar. Dia sendiri bahkan bertemu suaminya lewat kelas akting improvisasi, lho!
Liam: Improv sounds terrifying, honestly. What is step two?
Liam: Jujur, kelas improvisasi terdengar menyeramkan buatku. Langkah keduanya apa?
Olivia: Turn your friends into co-conspirators.
Olivia: Jadikan teman-temanmu sebagai rekan berkomplot.
Olivia: They can scout for dates at work conferences or parties.
Olivia: Mereka bisa membantumu mengincar calon kencan di konferensi kerja atau pesta.
Liam: Oh, like romantic spies. I would actually love doing that for someone.
Liam: Oh, semacam mata-mata cinta, ya. Sebenarnya aku bakal senang banget melakukan itu buat orang lain.
Olivia: You would be great at it. And the last step is practicing flirting like a skill.
Olivia: Pasti kamu hebat melakukannya! Dan langkah terakhirnya adalah melatih kemampuan merayu layaknya sebuah keterampilan.
Liam: But after the pandemic lockdowns, my social skills are basically gone.
Liam: Tapi setelah isolasi masa pandemi, kemampuan sosialku rasanya sudah lenyap tak berbekas.
Olivia: She gets that! That is why you climb a flirting ladder with bite-sized steps.
Olivia: Dia sangat memahami hal itu! Karena itulah kamu menaiki tangga rayuan lewat langkah-langkah kecil yang mudah dicapai.
Liam: Bite-sized? Like what, saying hi to a dog?
Liam: Langkah kecil? Seperti apa contohnya, menyapa anjing di jalan?
Olivia: Close! Step one is just one second of eye contact with a stranger.
Olivia: Hampir tepat! Langkah pertamanya cuma menatap mata orang asing selama satu detik.
Liam: One second? Even I can handle that without panicking.
Liam: Satu detik? Kalau cuma segitu, aku pun bisa melakukannya tanpa panik.
Olivia: Plus, you keep a rejection plan in your phone notes. Self-compassion lowers your stress hormones.
Olivia: Selain itu, kamu bisa mencatat rencana menghadapi penolakan di catatan ponselmu. Menyayangi diri sendiri bisa menurunkan hormon stres.
Liam: Wow. So you only need ten seconds of courage?
Liam: Wah. Jadi kita cuma butuh keberanian selama sepuluh detik saja?
Olivia: Just ten seconds. That is all it takes to spark real romance!
Olivia: Hanya sepuluh detik. Cuma itu yang dibutuhkan untuk menyalakan api asmara yang nyata!