Charlotte: Liam, did you read about that sleep study? Most people think women sleep worse than men.
Charlotte: Liam, sudah baca artikel tentang penelitian tidur itu? Biasanya orang mikir wanita tidurnya lebih buruk dibanding pria, kan?
Liam: Yeah, I saw it. I always thought that was a simple fact. Isn't it true?
Liam: Iya, sudah. Saya kira itu fakta yang sudah jelas. Ternyata bukan begitu, ya?
Charlotte: Actually, it is a mystery. Scientists say this is a paradox.
Charlotte: Sebenarnya itu sebuah misteri. Para ilmuwan menyebutnya sebagai sebuah paradox.
Liam: A paradox? That sounds serious. What did the study find?
Liam: Paradoks? Kedengarannya serius. Bagaimana hasil penelitiannya?
Charlotte: Women feel tired, but they objectively sleep much better than men.
Charlotte: Meskipun wanita merasa lebih lelah, secara objectively mereka tidur jauh lebih nyenyak daripada pria.
Liam: Wait, that doesn't make sense. Don't men sleep through the night?
Liam: Tunggu sebentar, itu tidak masuk akal. Bukannya pria biasanya tidur nyenyak semalaman tanpa terbangun?
Charlotte: Men think they do. They often overestimate how well they sleep.
Charlotte: Pria hanya merasa begitu. Mereka sering kali terlalu tinggi menilai seberapa nyenyak tidur mereka.
Liam: Seriously? Why do they think that? Is it just a feeling?
Liam: Benarkah? Kenapa mereka berpikir begitu? Apa itu cuma perasaan saja?
Charlotte: They simply don't remember waking up during the night.
Charlotte: Mereka hanya tidak ingat kalau sempat terbangun di malam hari.
Liam: Hold on. How did the researchers track their brain waves?
Liam: Sebentar. Bagaimana peneliti melacak gelombang otaknya?
Charlotte: They studied 238 men and 238 women at home.
Charlotte: Penelitian dilakukan di rumah dengan melibatkan masing-masing 238 pria dan wanita.
Liam: That's a lot of people. It must be very accurate. What else did they measure?
Liam: Jumlahnya cukup banyak, ya. Pasti sangat akurat. Apa lagi yang mereka ukur?
Charlotte: They tracked brain waves and muscle tension all night.
Charlotte: Katanya mereka melacak gelombang otak dan ketegangan otot sepanjang malam.
Liam: That sounds intense. And what did the data show?
Liam: Wah, luar biasa. Lalu bagaimana hasil datanya?
Charlotte: Women slept for 400 minutes. Men only slept for 382 minutes on average.
Charlotte: Wanita tidur rata-rata 400 menit, sedangkan pria hanya 382 menit.
Liam: No way. So women sleep longer? I'm surprised by that.
Liam: Masa? Wanita tidur lebih lama? Benar-benar di luar dugaan.
Charlotte: Yes. Women also got more deep, restful sleep than men.
Charlotte: Betul. Selain itu, wanita juga tidur lebih dalam dan lebih nyenyak daripada pria.
Liam: So why do women complain more about their rest?
Liam: Lalu kenapa wanita lebih sering mengeluh tentang kualitas istirahat mereka?
Charlotte: It takes five minutes of being awake to remember it.
Charlotte: Katanya, kita butuh setidaknya 5 menit dalam kondisi terjaga untuk bisa mengingat bahwa kita baru saja terbangun.
Liam: Wait, I think I see the problem. Is it about memory?
Liam: Oh, saya paham. Jadi ini masalah ingatan, ya?
Charlotte: Women stay awake for nine minutes. Men only stay awake for about seven.
Charlotte: Wanita biasanya tetap terjaga selama 9 menit setelah terbangun, sedangkan pria hanya sekitar 7 menit.
Liam: So men forget they woke up? That's wild.
Liam: Jadi maksudnya pria lupa kalau mereka sempat terbangun? Menarik sekali.
Charlotte: Exactly. Men underestimate their wake-ups by a huge 72 percent.
Charlotte: Tepat sekali. Pria meremehkan frekuensi mereka terbangun hingga 72 persen.
Liam: This matters because men might ignore health problems. We must listen to our bodies, not just our memories.
Liam: Ini masalah penting, karena pria bisa saja mengabaikan masalah kesehatan. Kita harus lebih mendengarkan tubuh kita daripada hanya percaya pada ingatan.