Liam: Did you see that huge new DNA study?
Liam: Kamu sudah lihat studi DNA terbaru yang berskala besar itu?
Liam: They found 1,260 genetic variants linked to personality!
Liam: Mereka menemukan 1.260 varian genetik yang terkait dengan kepribadian, lho!
Emma: Whoa, really? I thought our character was mostly shaped by how we grew up.
Emma: Wah, benarkah? Kukira kepribadian kita sebagian besar dibentuk oleh lingkungan tempat kita tumbuh.
Liam: Right, but they analyzed over 1.14 million people to check traits like extraversion and neuroticism.
Liam: Memang benar, tapi para peneliti menganalisis lebih dari 1,14 juta orang untuk memeriksa sifat-sifat seperti ekstraversi dan neurotisme.
Emma: That is a massive sample! So can scientists predict our whole personality now?
Emma: Jumlah sampelnya luar biasa banyak! Jadi, apakah sekarang ilmuwan bisa memprediksi seluruh kepribadian kita?
Liam: Actually, no.
Liam: Sebenarnya tidak begitu.
Liam: All those variants together only explain 4.8% to 9.3% of each trait.
Liam: Jika digabungkan, semua varian itu hanya menjelaskan 4,8% sampai 9,3% dari masing-masing sifat kepribadian.
Emma: That's tiny! So there is no single master personality gene after all?
Emma: Kecil sekali ya! Berarti pada akhirnya memang tidak ada gen tunggal utama yang menentukan kepribadian?
Liam: Exactly. There's no single gene doing the work.
Liam: Tepat sekali. Tidak ada satu gen khusus yang menentukan semuanya.
Emma: Wait, what about openness, agreeableness, and conscientiousness? Are they genetic too?
Emma: Tunggu dulu, bagaimana dengan keterbukaan, keramahan, dan ketelitian? Apakah itu juga dipengaruhi faktor genetik?
Liam: A little bit. But acquired factors matter way more than your DNA.
Liam: Sedikit saja. Namun faktor-faktor yang didapat setelah lahir jauh lebih berpengaruh daripada DNA.
Emma: Like what? What actually shapes us then?
Emma: Contohnya apa? Kalau begitu, apa yang sebenarnya membentuk diri kita?
Liam: Things like education, income, and our social experiences.
Liam: Hal-hal seperti pendidikan, pendapatan, dan pengalaman sosial kita.
Liam: Even your family environment has little effect!
Liam: Bahkan lingkungan keluarga pun pengaruhnya sangat kecil!
Emma: Seriously? Even our family? That really blows my mind.
Emma: Serius? Bahkan keluarga kita sendiri? Itu benar-benar mengejutkan.
Liam: I know!
Liam: Iya, kan!
Liam: Lead researcher Michel Nivard says debating nature versus nurture is totally outdated now.
Liam: Ketua peneliti, Michel Nivard, mengatakan bahwa memperdebatkan faktor bawaan versus lingkungan sudah benar-benar ketinggalan zaman sekarang.
Emma: Because genes and environment always work together, right?
Emma: Karena gen dan lingkungan selalu bekerja bersamaan, kan?
Liam: Exactly.
Liam: Tepat sekali.
Liam: He says a simple 20-minute test is still much better at measuring personality.
Liam: Dia bilang tes sederhana berdurasi 20 menit masih jauh lebih baik untuk mengukur kepribadian.
Emma: That's a relief. I'd rather take a quick quiz than test my DNA anyway!
Emma: Syukurlah kalau begitu. Bagaimanapun juga, aku lebih memilih mengerjakan kuis singkat daripada harus tes DNA!