Michael: Did you see that President Xi is visiting North Korea? It is very rare.
Michael: Sudah dengar kabar kalau Presiden Xi Jinping mengunjungi Korea Utara? Ini benar-benar kejadian langka, ya.
Olivia: I did. He wants to pull Kim Jong Un back to China immediately.
Olivia: Iya, saya sudah dengar. Tujuannya pasti ingin menarik kembali Kim Jong Un agar tetap berada di pihak Tiongkok.
Michael: Wait, why does he need to pull him back? Are they not close?
Michael: Tunggu sebentar, kenapa harus ditarik kembali? Bukannya hubungan mereka memang sudah dekat?
Olivia: China fears North Korea is getting too close to Russia. They are worried.
Olivia: Tiongkok waspada karena Korea Utara akhir-akhir ini terlalu dekat dengan Rusia. Mereka sepertinya cukup khawatir.
Michael: Is that because Kim sent 10,000 soldiers to help Russia's war? That is wild.
Michael: Apa ini gara-gara Kim mengirim 10.000 tentara untuk membantu perang Rusia? Itu keputusan yang cukup berani.
Olivia: Exactly. Xi wants to remind Kim who his real boss is right now.
Olivia: Tepat sekali. Xi Jinping ingin mengingatkan Kim siapa 'kakak' sebenarnya di wilayah ini.
Michael: That sounds very dramatic. Does China really have that much power over them?
Michael: Wah, dramatis juga ya. Apa Tiongkok memang punya pengaruh sebesar itu terhadap Korea Utara?
Olivia: They do. China handles 95 percent of all North Korean trade.
Olivia: Tentu saja. Tiongkok menangani sekitar 95% dari seluruh perdagangan luar negeri Korea Utara.
Michael: Wait, 95 percent? That is an incredible amount of trade.
Michael: Apa? 95%? Itu persentase yang luar biasa besar untuk urusan perdagangan.
Olivia: It is worth about 2.7 billion dollars. North Korea needs it for survival.
Olivia: Kalau dihitung, nilainya sekitar 2,7 miliar dolar. Bagi Korea Utara, ini adalah soal kelangsungan hidup.
Michael: What kind of things do they get from China? Is it just weapons?
Michael: Lalu apa saja yang dikirim Tiongkok ke sana? Jangan bilang hanya senjata.
Olivia: No, they need food, oil, and medicine. Russia gives weapons, but China gives survival.
Olivia: Bukan, justru barang pokok seperti pangan, minyak, dan obat-obatan. Rusia mungkin memberi senjata, tapi Tiongkok-lah yang menjamin hidup mereka.
Michael: So without China, North Korea would be in serious trouble?
Michael: Berarti tanpa Tiongkok, Korea Utara bakal kesulitan besar, ya?
Olivia: Definitely. Beijing will not let its junior ally drift away to Russia.
Olivia: Pasti. Makanya Tiongkok tidak akan tinggal diam melihat 'adik' mereka ini berpaling ke Rusia.
Michael: But why is North Korea so important for China’s strategy?
Michael: Tapi kenapa sih Korea Utara begitu penting secara strategis bagi Tiongkok?
Olivia: It is a strategic buffer zone. It keeps U.S. troops away from China's border.
Olivia: Karena perannya sebagai zona penyangga strategis. Korea Utara menjaga agar pasukan AS tidak langsung berada di depan pintu perbatasan Tiongkok.
Michael: Wait, are there really U.S. troops right there on the border?
Michael: Tunggu, apa memang ada pasukan AS di dekat sana sekarang?
Olivia: There are 28,500 U.S. soldiers in South Korea now. That is very close.
Olivia: Ada sekitar 28.500 tentara AS yang ditempatkan di Korea Selatan. Jaraknya sangat dekat bagi Tiongkok.
Michael: I didn't realize there were so many. That explains a lot.
Michael: Saya tidak tahu jumlahnya sebanyak itu. Sekarang saya paham situasinya.
Olivia: Yes. Xi even promised to help North Korea modernize their country.
Olivia: Benar. Makanya Xi Jinping bahkan berjanji untuk membantu modernisasi Korea Utara.
Michael: So this visit is about more than just Russia?
Michael: Jadi kunjungan ini lebih dari sekadar menyaingi Rusia, ya?
Olivia: It is about security. They want to strengthen their friendship treaty again.
Olivia: Iya, ini masalah keamanan juga. Mereka ingin memperkuat kembali aliansi tersebut.
Michael: It sounds like a new starting point for both of them.
Michael: Sepertinya ini menjadi titik awal yang baru bagi kedua negara.
Olivia: It really is. Xi is making sure his rare visit counts.
Olivia: Benar sekali. Xi Jinping tidak mau menyia-nyiakan kunjungan langka ini untuk mempertegas posisi Tiongkok.